Gen Z Juga Punya Peran, Santoso Ajak Pemilih Pemula Melek Pemilu
|
Rantau – Pemilu bukan hanya tentang menentukan pilihan di bilik suara. Bagi generasi muda, menjadi pemilih juga berarti memahami prosesnya, peduli terhadap jalannya pemilu, dan ikut mengambil bagian dalam mengawasinya. Pesan itu mengemuka dalam Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula yang digelar di SMKN 1 Rantau, Selasa (06/10/2026).
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Kesbangpol Kabupaten Tapin, H. Akhmad Syofyan, S.Ap., M.M. Dalam penyampaiannya, ia mengajak para siswa untuk menjadi pemilih yang cerdas dengan melihat dan memahami visi serta misi calon sebelum menentukan pilihan.
“Kita harus menjadi pemilih yang cerdas. Lihat visi dan misi ke depannya, jangan hanya melihat dari apa yang kita lihat hari ini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa generasi muda saat ini hidup di tengah perkembangan era digital. Karena itu, media sosial perlu digunakan secara bijak agar tidak menjadi sumber informasi yang menyesatkan. Menurutnya, ada beberapa pilar yang perlu diperhatikan dalam menghadapi perkembangan digital, termasuk kemampuan memilah informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Tapin Santoso mengajak siswa melihat pemilu dari sudut pandang yang lebih dekat dengan kehidupan mereka, salah satunya melalui pembahasan tentang pemilu di era Gen Z.
Menurut Santoso, pemilih pemula perlu mendapatkan pemahaman yang cukup sebelum menggunakan hak pilihnya.
“Jangan sampai nanti ketika sudah punya hak pilih, kita hanya ikut-ikutan. Kenali dulu pemilunya, pahami prosesnya, baru tentukan pilihan dengan pertimbangan sendiri,” ujarnya.
Turut menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut Ketua KPU Kabupaten Tapin, Fakhrian Noor, yang memberikan pemahaman kepada para pemilih pemula mengenai kepemiluan.
Kehadiran KPU dan Bawaslu dalam kegiatan ini memberikan gambaran yang lebih lengkap kepada siswa tentang proses pemilu sekaligus peran masing-masing lembaga penyelenggara.
Melalui kegiatan ini, para siswa SMKN 1 Rantau tidak hanya diajak memahami hak dan kewajibannya sebagai pemilih pemula, tetapi juga didorong untuk menjadi generasi yang melek politik, cerdas dalam menentukan pilihan, dan bertanggung jawab dalam menggunakan ruang digital. Sebab, menjadi Gen Z bukan hanya tentang mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga berani mengambil peran dalam menjaga kualitas demokrasi.
Penulis dan Foto ; Laila N