Lompat ke isi utama

Berita

Tingkatkan Kinerja dan Integritas, Bawaslu Kalsel Perkuat SDM dan Organisasi

Tingkatkan Kinerja dan Integritas, Bawaslu Kalsel Perkuat SDM dan Organisasi

Anggota KPU RI, Yulianto Sudrajat memberikan materi sebagai narasumber 

Dalam rangka memperkuat kapasitas kelembagaan dan meningkatkan profesionalitas jajaran pengawas pemilu, Ketua dan Anggota, Kepala Sekretariat beserta staf SDMO mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Organisasi dalam Mendorong Kinerja dan Integritas Bawaslu secara Berkelanjutan yang diselenggarakan di Hotel Rattan Inn, Banjarmasin, pada Selasa, (7/10/2025) .

Kegiatan ini diikuti 13 Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Kalimantan Selatan, dengan tujuan memperkuat pemahaman aparatur pengawas pemilu terhadap pentingnya integritas dan tata kelola kelembagaan yang baik dalam pelaksanaan tugas pengawasan pemilu.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan, Aries Mardiono, menegaskan bahwa keberlanjutan program pengembangan SDM menjadi bentuk komitmen Bawaslu dalam menciptakan aparatur yang tangguh serta memiliki komitmen tinggi terhadap integritas kelembagaan.
“Kinerja dan integritas tidak bisa dibangun secara instan. Keduanya tumbuh dari pembiasaan dan komitmen bersama untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab dan kejujuran,” pungkasnya.

Anggota KPU RI, Yulianto Sudrajat, yang hadir sebagai narasumber dalam arahannya juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam penyelenggaraan pemilu yang berintegritas. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pemilu tidak hanya bergantung pada lembaga penyelenggara, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat.
“Penyelenggara pemilu bukan hanya KPU, Bawaslu, atau DKPP, tetapi juga melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses demokrasi. Unsur masyarakat memiliki peran besar dalam menentukan kualitas penyelenggaraan pemilu,” tuturnya.

Sementara itu,  Anggota Komisi II DPR RI, Arif Wibowo, yang turut memberikan arahan melalui sambungan Zoom Meeting, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya peran Bawaslu dalam menjaga kualitas demokrasi. Ia menekankan bahwa praktik politik uang (money politics) masih menjadi tantangan serius yang harus mendapat perhatian lebih dari seluruh jajaran pengawas pemilu.
“Tugas Bawaslu ke depan harus semakin peduli dan tegas dalam menghadapi praktik politik uang. Money politics adalah ancaman nyata bagi demokrasi yang sehat dan berintegritas. Jika kita ingin pemilu yang lebih baik, maka pengawasan terhadap politik uang harus diperkuat sejak dini hingga tahap akhir penyelenggaraan pemilu,” ungkapnya.

Kegiatan pengembangan SDM dan Organisasi ini menjadi wujud nyata komitmen Bawaslu dalam menciptakan sistem pengawasan pemilu yang profesional, transparan, dan berintegritas.

Penulis dan Foto : Laila N