Lompat ke isi utama

Berita

Kick Off P2P Kalsel 2026, Generasi Muda Jadi Kunci Demokrasi 2029

Kick Off P2P Kalsel 2026, Generasi Muda Jadi Kunci Demokrasi 2029

Kick Off P2P Kalsel 2026, Generasi Muda Jadi Kunci Demokrasi 2029

Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan Kick Off Pengawasan Partisipatif (P2P) Kalimantan Selatan Tahun 2026 secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa (02/06/2026). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Bawaslu kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, termasuk Bawaslu Kabupaten Tapin.


Pelaksanaan kegiatan ini dipusatkan di Kantor Bawaslu Kabupaten Tanah Laut dan dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan, Aries Mardiono. Dalam sambutannya, ia menyampaikan skema pelaksanaan program Pengawasan Partisipatif yang akan dilaksanakan secara luring (tatap muka) di masing-masing daerah sebagai upaya memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu.


Kegiatan ini juga menghadirkan Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, yang memberikan arahan sekaligus motivasi kepada seluruh peserta. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menyongsong Pemilu Tahun 2029.


Menurutnya, Pemilu 2029 akan menjadi panggung demokrasi bagi generasi muda Indonesia. Dengan jumlah pemilih muda yang mencapai lebih dari 106 juta orang, generasi muda bukan lagi sekadar pelengkap dalam proses demokrasi, melainkan aktor utama yang akan menentukan arah masa depan bangsa.

"Pemilu 2029 adalah panggung demokrasi generasi muda. Mereka memiliki masa depan yang paling panjang setelah menentukan pilihan politiknya. Karena itu, pemilih muda bukan pelengkap, tetapi aktor utama dalam demokrasi Indonesia," ujar Lolly.


Ia juga menegaskan bahwa program Pengawasan Partisipatif harus mampu memberikan dampak nyata di tengah masyarakat. Keberhasilan program tersebut, menurutnya, dapat diukur dari seberapa banyak komunitas yang bergerak dan seberapa besar kesadaran masyarakat yang tumbuh terhadap pentingnya demokrasi dan pengawasan pemilu.


"P2P harus berdampak. Ukurannya bukan hanya kegiatan yang terlaksana, tetapi seberapa banyak komunitas yang bergerak dan seberapa besar kesadaran masyarakat yang tumbuh. Kita harus mampu menghidupkan semangat partisipasi dan menghadirkan aksi nyata di tengah masyarakat," tegasnya.


Lebih lanjut, Lolly mengingatkan bahwa demokrasi yang kuat tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi generasi yang tangguh dalam menjaga dan merawat demokrasi.


"Mari kita pastikan menjadi generasi gladiator yang siap menjaga demokrasi, memperkuat partisipasi masyarakat, dan mengawal proses demokrasi agar tetap berjalan dengan baik dan berintegritas," pungkasnya.


Melalui kegiatan Kick Off P2P ini, diharapkan semangat pengawasan partisipatif semakin tumbuh di tengah masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga menjadi gerakan bersama dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas, berintegritas, dan berkelanjutan menuju Pemilu Tahun 2029.

Penulis dan Foto : Laila N